Rabu, 19 Juni 2013

aim goal objektif



BAB II
PEMBAHASAN

A.    TujuanPembelajaran Aim, Goal, danObjektif.
Suatutujuanpengajaranadalahsejumlahhasilpengajaran yang dinyatakandalamartisiswabelajar, yang secaraumummencakuppengetahuanbaru, keterampilandankecakapan, sertasikap-sikap yang baru, yang diharapkanoleh guru dicapaiolehsiswasebagaipengajaran.Tujuanmerupakandasaruntukmengukurhasilpengajaran, yang jugadapatdijadikanlandasandalammenentukanisipelajarandanmetodemengajar.Karenatujuandapatdijadikansebagaitolokukurterhadapkeberhasilaninstruksional, makasebenarnyaperumusantujuanseharusnyamengandungempatkomponen.Komponen yang keempatituadalahsuatudeskripsitentangcarapengukuranterhadaptingkahlaku. MenurutMager, tujuaninstruksionalseharusnyamengandungtigakomponenutama, yaknisebagaiberikut.
1.      Tingkahlaku (behavior): untukmenspesifikasikanapa yang akankitaamatidanakandiukur.
2.      Standar (standard): yang memungkinkankitauntukmenilaidampakdaribelajar.
3.      Kondisiluar (external conditions): untukmeyakinkanbahwaperilaku yang diperolehbenar-benardisebabkanolehkegiatanbelajar, bukankarenasebab-sebablainnya.[1]
Kurukulumaimsmerupakanrumusan yang menggambarkanoutmes yang diharapkanberdasarkanbebrapaskemanilaidiambildarikaidah-kaidahfilosofis. Aimsinitidakberhubungansecaralangsungterhadaptujuansekolahdantujuanpembelajaran.[2]Menurut Zais, aims untuk tujuan pendidikan jangka panjang yang digali dari nilai-nilai filsafat suatu Bangsa.
Zais menjelaskan tujuan kurikulum (aim) merupakan pernyataan yang melukiskan keidupan yang diharapkan, tujuan atau hasil yang didasarkan pada pandangan filsafat dan tidak langsung berhubungan dengan dengan tujuan sekolah. Tujuan ini mungkin dapat dicapai setelah seseorang menyelesaikan pendidikan. Barangkali aims ini dapat disamakan dengan “tujuan pendidikan nasional” di Indonesia, karena pada tujuan pendidikan nasional ini dinyatakan keinginan bangsa Indonesia untuk mencapai suatu hasil pendidikan yang berlandasakan filsafat hidup bangsa Indonesia yang bernama Pancasila. Tujuan jenis ini tidak berkaitan langsung dengan hasil pendidikan di sekolah atau hasil proses belajar mengajar dalam ruang-ruang kelas.[3]
Aim merupakan target yang pencapaiannya jauh dari situasi sekolah dan hasilnya mungkin jauh setelah proses belajar-mengajar di sekolah selesai. Contohnya untuk menjadikan manusia yang memiliki rasa tanggung jawab pada negara, atau manusia yang sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, mandiri dan lain-lain. Dan ini hanya mungkin dapat dicapai setelah anak menyelesaikan beberapa tingkatan pendidikan formal, informal dan bahkan mungkin non formal. Untuk mencapai tujuan umum “aims” perlu ditentukan pula yang lebih spesifik dari aims tersebut yang biasa dinamakan dengan goals.
Goals merupakan tujuan antara yang terletak antara aims dan objectives. Yang tersebut terakhir adalah tujuan yang dicapai sebagai hasil belajar dalam ruang-ruang kelas sekolah, dengan perkataan lain, goals adalah hasil proses belajar menurut suatu sistem sekolah. Goals lebih umum dari objectives dan bukan merupakan hasil langsung proses belajar dalam ruang kelas dan untuk mencapainya memerlukan seperangkat objectives. Contohnya antara lain adalah kemampuan berpikir analitik dan berpikir kritis, mengapresiasi dan mengamalkan ajaran agama Islam dan lain sebagainya. Barangkali di Indonesia goals ini dapat disamakan dengan tujuan kurikulum sekolah atau tujuan institusional.
Tingkat tujuan yang lebih rendah dari goals adalah objectives yaitu tujuan suatu unit  atau pokok bahasan yang lebih spesifik yang merupakan hasil belajar dalam ruang-ruang kelas sekolah. Pada tingkat ini, kita berbicara  tentang kemungkinan pemakaian objectives tingkah laku (behavioral objectives) yang menunjukkan tingkah laku yang eksplisit yang dimiliki siswa setelah mengikuti suatu pelajaran. Dengan perkataan lain objective adalah  hasil belajar siswa dalam kelas, yaitu hasil proses belajar mengajar dalam kelas atau kegiatan belajar mengajar setiap harus sebagai hasil implentasi kurikulum. Contohnya: siswa mengusai prinsip-prinsip dasar ilmu kimia, siswa dapat menyelesaikan 4 soal dari 5 soal persamaan kuadrat dan lain-lain.
Menurut Muhammad Ansyaradalah salah seorang yang paling gigih menekankan penting ditetapkan tujuan  tingkah laku ini. Dia mengemukakan bahwa tujuan tingkah laku harus mencakup tiga komponen:
(1) tingkah laku yang diinginkan,
(2) kondisi tertentu tempat tingkah laku itu terjadi,
(3) tingkat untuk kerja tingkah laku itu.
Di Indonesia kita kenal tingkatan/hirarkis tujuan itu dalam beberapa istilah seperti Tujuan Pendidikan Nasional, Tujuan Institusional, Tujuan Kurikuler, dan Tujuan Instruksional Umum dan Khusus.[4]
B.     Sumber Pembelajaran Aim, Goals, Objektif.
Sumber-sumber tujuan dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yakni sumber empirik, sumber filosofi, dan sumber bidang kajian atau subject matter. Sumber empirik mengacu kepada apa yang diinginkan oleh masyarakat, sumber filosofi merupakan kajian apa yang diisyaratkan (ought to be) untuk dicapai dalam suatu program pendidikan, dan sumber bidang kajian merupakan tujuan apa yang harus dicapai melalui kajian bidang studi.[5]
1.      SumberEmpiris
Sumberempirisberkaitandenganbeberapahyal.Pertama, tuntutankehidupanmasakini yang dapatmenjadisumberinformasidanberperansebagailandasandikembangkannyatujuan-tujuandalamkerikulum.
Sumberempiriskeduaadalah yang mendasarperumusanaims, goals, dan objectives, yang karakteristiksisiwasebagaiindividunyangsedangberkembangsecradinamisdanmemilikikebutuhanfisiologis, social, dankebutuhanpribadi. Kebutuhandasarinidapatdijadikandasardalammengembangkankurikulumselamaindividudiasumsikansebagaimanaapaadanyadanmempunyaipembawaan yang baiksertaindividumenjadipusataktivitaspendidikan.
2.      SumberFisologis
Sumberfisiologisinimenjadiacuandalammencarijawabantentangapa yang harusdilakukansehinggapendidikandapatmenjembatanikeberhasilanparasisiwa. Selainitu, kaidah-kaidahfilosofisjugadapatdijadikansebagaiacuandalammenganalisis, mengambilkeputusan/berbagaipertimbangan, danmerumuskanhasil yang diharapkansesuaidengankondisi yang ada.disisilain, sumberempirismengatakanapa yang diperlakukanuntukmencapaisukses.

3.      SumberBahanPembelajaran
Sumberbahanpembelajaranmerupakansumber yang umumdigunakandalammerumuskanaim, goal, dan objectivesdalamkurikulumsekolah, tempatnyapelibatanahlidisiplinilmuatauilmupengetahuantertentudalamperumusantujuan.[6]
Ketiga sumber yang digunakan dalam mengembangkan tujuan kemudian dikonstruksi dalam pola hirarkhi tujuan. Sumber empirik dan filosofi dikelompokkan dalam tujuan akhir (ends) atau tujuan pendidikan nasional, sedangkan sumber bidang kajian dikelompokkan ke dalam tujuan objectives (means) yang merupakan alat untuk mencapai tujuan akhir.[7]
       










BAB III
PENUTUP

1.      Aim merupakan target yang pencapaiannya jauh dari situasi sekolah dan hasilnya mungkin jauh setelah proses belajar-mengajar di sekolah selesai.
Goals adalah hasil proses belajar menurut suatu sistem sekolah.
Objectives yaitu tujuan suatu unit  atau pokok bahasan yang lebih spesifik yang merupakan hasil belajar dalam ruang-ruang kelas sekolah.
2.      Sumber-sumber tujuan dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yakni sumber empirik, sumber filosofi, dan sumber bidang kajian atau subject matter. Sumber empirik mengacu kepada apa yang diinginkan oleh masyarakat, sumber filosofi merupakan kajian apa yang diisyaratkan (ought to be) untuk dicapai dalam suatu program pendidikan, dan sumber bidang kajian merupakan tujuan apa yang harus dicapai melalui kajian bidang studi.
















DAFTAR PUSTAKA

Hamalik,Oemar.PerencanaanengajaranBerdasarkanPendekatanSistem. Jakarta: PT BumiAksara, 2009.
http// curriculumstudy.files.wordpress.com

Rusman.ManajemenKurikulum. Jakarta: PT RajaGrafindoPersada. 2009.


[1]OemarHamalik, PerencanaanPengajaranBerdasarkanPendekatanSistem (Jakarta: PT BumiAksara, 2009), 108-110.
[2]Rusman, ManajemenKurikulum (Jakarta: PT RajaGrafindoPersadsa, 2009), 36.

[3] http//curriculumstudy.files.wordpress.com
[4] Ibid.
[5]Ibid.
[6]Rusman, ManajemenKurikulum. 39.
[7] http//curriculumstudy.files.wordpress.com